Sabtu, 27 Maret 2021

Menikmati Sepinya Bali, Hingga Sulit Wawancara Bule

Pasca Pandemi Covid, Bali Terpukul Telak, Batam Lebih Bertahan

Kuta 25 Maret 2021

Pengurus Badan Promosi dan Pariwisata Daerah Kota Batam ikut digandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam ke  Pameran Perdagangan dan Pariwisata ITT 2021 di Bali. Di sela kegiatan tersebut kami menyempatkan berkunjung, berkeliling dan mewawancarai banyak orang terkait sepi nya wisman baik lokal maupun mancanegara.

Sebagai badan yang dibentuk Undang-undang, yang mewadahi asosiasi-asosiasi terkait pariwisata dan yang dilantik walikota, Badan Pariwisata perlu menyerap segala informasi termasuk kondisi pariwisata daerah lain.

Meski secara sepintas namun cukup menggambarkan suasana Bali saat ini. 

Sebagai ranking ke 2 provinsi dengan kunjungan wisman terbanyak, perlu juga melihat di lapangan kondisi aktual Bali, yang dari berbagai berita sepi wisata sehingga sepi kegiatan ekonomi rakyat.

Mulai Tanah Lot di Tabanan, Pantai Kuta di Badung, Pantai Kuliner Jimbaran di Badung, Nusadua di Badung, serta obyek wisata belanja sepertii Krisna, Joger di kawasan Tuban Badung, dan beberapa tempat. Kesimpulan sementara, ternyata benar bahwa Bali terjejas ke angka nol, oleh badai Covid, sementara Batam terkesan lebih lebih baik geliat kehidupannya dan wisman lokal masih berdatangan, sehingga warga Batam patut bersyukur.

Dapat dilihat dari terutama masih penuh nya seat pesawat ke Batam dibanding Bali, aktivitas Bandara dan Pelabuhan Batam masih ada geliat, dibanding dengan Bali, tidak sedrastis Bali.

Ketika mendarat di Bandara rombongan Disparbud disambut oleh guide Bali, Dewiq, yang membuka perkataan dengan sapaan, bersyukur kedatangan rombongan pameran ITT di Bali adalah pecah telor bagi jasa mereka, setelah sempat di bulan Januari timnya masih mendapat tamu yang berkunjung ke Bali.

Beberapa petugas bandara Bali yang diwawancarai juga mengabarkan hal senada, berikut sejumlah  driver online yang mengakui mereka hanya bisa beroperasi di Kota  Denpasar yang dulunya kurang diminati, kini Kota Denpasarlah tumpuan mereka. Meski geliat itu tidak sama sekali memacetkan Denpasar.

Badung yang dinilai sebagai kabupaten terkaya di Bali, dengan obyek Kuta, Legian, Tuban, Jimbaran, Nusadua, Uluwatu, Pecatu dan banyak sekali obyek wisata, menurut kesaksian sejumlah warga di Bali justru sepi.

Tanah Lot (Tabanan) yang normalnya tidak kurang dari 1.500 mobil kecil besar parkir kini terlihat kosong. Para penjaja jualan asongan atau foto ekspress bercerita hingga sore itu belum ada pemasukan.

Pantai Jimbaran yang terkenal mengusung konsep Romantic Dinner, makan malam didahului dengan menyaksikan sunset, berisi ratusan restauran seafood sepi pengunjung. Malah untuk datang ke sana khabarnya harus memesan makanan terlebih dahulu. 

Sama halnya di Pantai Kuta yang tersohor. Beberapa kali kami mencoba wawancara wisman tidak berhasil,  dengan alasan tidak bisa berbahasa Inggris, kemungkinan merek terperangkap covid. 

Meski demikian kami tidak menemukan satu pun orang asing baik di Tanah Lot, Jimbaran beberapa hari berselang.

Di Pantai Kuta, hanya ada beberapa orang wisman Rusia, Ukraina yang datang ber-surfing dan duduk sejenak di Pantai Kuta, yang juga hampa wisman lokal.

Berbeda dengan Batam, kata Direktur Eksekutif Batam Tourism and Promotion Board Edi Sutrisno, meski kedatangan wisman ke Batam hanya sekitar 400 orang, namun pengunjung domestik masih mendatangi. Geliat acara warga seperti kunjungan Nomadic Fiesta berbagai komunitas ke obyek wisata Batam, klub motor atau even-even yang mendatangkan pengunjung domestik ke Batam masih ada, meski tetap tunduk dan menyesuaikan diri dengan protokol kesehatan.

Pekerja pariwisata di Bali pulang kampung, baik orang Bali maupun daerah lain. Hal ini dikatakan dikarenakan tidak ada sektor lain yang bisa diandalkan bagi mereka karena Bali betul-betul mengandalkan pariwisata dan arus kunjungan. 

Namun demikian beberapa pekerja pariwisata memanfaatkan kenderaan mereka berjualan, seperti jualan masker, jajanan, atau pakaian dan pernak pernik Bali di jalanan meski Pemerintah Provinsi Bali sempat memberlakukan jam malam yang lebih mendramatisir suasana, begitu juga dalam hal  beribadah orang Bali pun sangat dibatasi. 

Di jalur wisata religi lokal luar Bali pun, Bahkan sering terjadi bus-bus wisman lokal yang nyeberang dari Banyuwangi, kebanyakan wisata religi, semacam ziarah makam Wali Pitu (Wali Tujuh) yang terkenal di Bali yang cukup mendatangkan peziarah Muslim, sering dipulangkan ke Jawa karena tidak memenuhi protokol kesehatan. Razia ketat mirip operasi gabungan tilang gencar dilakukan pemerintah Bali sehingga menambah suasana trenyuh, sangat berbeda dengan Batam. Seorang pekerja pariwisata asal Purwokerto menceritakan untuk masuk dari Banyuwangi, ke Kuta, ia harus rela kenderaan ya ditahan petugas hingga 4 kali di daratan Bali. Sangat ketat.

Bali tampak lengang di obyek wisata. Menyusuri jalan-jalan utama yang dulunya selalu padat kenderaan dan pejalan kaki, kini sepi. Kami beberapa kali melewati Jalan Legian yang sangat terkenal itu. Sejak memasuki jalan searah itu tampak tidak ada kenderaan hingga ke ujung jalan. Toko dan restauran, bar yang umumnya padat ramai malam hingga pagi tidak ada lagi. Memasuki jalan pantai Kuta, bangunan umumnya tutup, tidak terawat bahkan McDonald tutup. Rumput ilalang pun tumbuh di bangunan semacam bekas hotel, resto, bar dll, sering terlihat puing






-puing bangunan yang terkesan dirontokkan secara paksa.

Kami lalu mencoba menikmati suasana sepi. Memasuki pantai Kuta Legian tepat di depan Hotel The Stone, kami mencoba Dian dan menikmati. Dalam dua jam hanya ada 3 keluarga wisman asal Rusia, Ukraina yang ada di situ. Mereka tidak bisa berbahasa Inggris sehingga sulit mengetahui kenapa mereka ada di Bali namun tampaknya mereka wisman yang terperangkap Covid.

Dan setiap berbicara dengan warga Bali semuanya mengeluarkan bahasa negatif. Berbeda dengan Bom Bali 1 dan 2,  Covid membawa Bali sepi seperti tahun 80 an.(sml)



Kuta dan Tanah Lot yang padat kini sepi
 

Pameran ITT 2021 Bali, Batam Usung Seafood



Batam Usung Kuliner Seafood ke Pameran Bali

Denpasar 25 Maret 2021

Batam sebagai surga kuliner sudah terkenal sejak dulu kala. Tidak salah klaim itu karena dari berbagai data dan laporan, Batam yang merupakan The Three Greater atau tiga terbaik dalam hal angka kunjungan wisatawan asing di NKRI, menunjukkan alasan utama wisman berkunjung ke Batam adalah kuliner terutama seafood.

Kalangan terkait pariwisata dan regulator pariwisata sepakat untuk menjual kuliner Batam sebagai andalan pariwisata.

Salah satu upaya tersebut terlihat dari diusungnya seafood Batam ke Pameran Investasi Perdagangan dan Pariwisata, (Pameran ITT 2021) di The 21 Level Mall Jalan Teuku Umar Denpasar, 24 - 28 Maret 2021.

Jika peserta dari daerah lain menampilkan potensi dan hasil pembangunan secara umum maka Batam kali ini mengusung tema khusus, yakni surga seafood.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam menggandeng Badan Pariwisata Daerah Kota Batam, atau lebih dikenal dengan Batam Tourism and Promotion Board - BTPB, melakukan Promosi tersebut mengusung tema Batam Seafood Paradise, menampilkan materi-materi pariwisata dan kebudayaan lokal Batam.

Demikian penjelasan Edi Sutrisno, yang juga Direktur Eksekutif Batam Tourism and Promotion Board di Denpasar, 25 Maret 2021.

Kuliner masih menjadi salah satu alasan utama wisatawan berkunjung ke Batam. Selain fresh, keragaman menu di Batam sudah terkanal di mana-mana sehingga kita harus mengabarkan itu ke dunia luar.  kekuatan itu harus dieksplor setiap saat.

Selain tema acara, Disbudpar Kota Batam juga melibatkan segala komponen terkait pariwisata, seperti badan, asosiasi terkait,  kelompok-kelomlok, para professionalis seperti chef, bahkan Encik dan Puan Batam. Hal ini tentunya bermaksud untuk melibatkan sebanyak mungkin pihak agar bersama pemerintah membangun Kota Batam tercinta.

"Promosi Batam rutin dilakukan untuk memperkuat upaya meningkatkan Wisman ke Batam. Untuk Bali konsep Island Tourism yang biasa diusung, untuk kali ini tidak tepat selain agar berbeda dengan Bali yang juga kuat dengan konsep Island Tourism", ujarnya.

Turut juga salam pameran, Batam Chef Professional (BCP) juga dilibatkan yang mengutus Chef Hendra Syamsul menyajikan hidangan seafood sederhana khas Batam seperti Lendot dan Sop Seafood Batam, untuk pengunjung pameran mencicipi.

Hal lain yang membedakan adalah diusung semua nama-nama tempat makan di Batam mulai  Kelong, restoran hingga cafe.

Beberapa pengunjung mengatakan pernah berkunjung ke Batam beberapa pernah menetap dan sangat antusias bercerita. Sebagian membuka percakapan dengan menyebut pengalaman makan seafood di berbagai restauran dan Kelong Batam, meski hampir semua tidak ingat nama tempat makan seafood di Batam. Oleh karena itu mempromosikan nama-nama restauran seafood di Batam dinilai tepat.

Minggu, 30 Januari 2011

IBU DAN ENGORBANAN CINTA - sebuah roman

Ibu dan Pengorbanan Cinta

Alkisah, ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di kota tersebut. Sedangkan sang wanita adalah seorang yatim piatu, hidup serba kekurangan, tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati. Kelebihan inilah yang membuat sang pria jatuh hati.

Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya menikah, dengan membawa sang wanita ke rumahnya. Seperti yang sudah mereka duga, orang tua sang pria tidak menyukai wanita tsb. Sebagai orang yang terpandang di kota tsb, latar belakang wanita tsb akan merusak reputasi keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah mencarikan jodoh yang sepadan untuk anaknya. Sang pria berusaha menyakinkan orang tuanya, bahwa ia sudah menetapkan keputusannya, apapun resikonya bagi dia.

Sang wanita merasa tak berdaya, tetapi sang pria menyakinkan wanita tsb bahwa tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Sang pria terus berargumen dengan orang tuanya, bahkan membantah perkataan orangtuanya, sesuatu yang belum pernah dilakukannya selama hidupnya (di zaman dulu, umumnya seorang anak sangat tunduk pada orang tuanya).

Sebulan telah berlalu, sang pria gagal untuk membujuk orang tuanya agar menerima calon istrinya. Sang orang tua juga stress karena gagal membujuk anak satu-satunya, agar berpisah dengan wanita tsb, yang menurut mereka akan sangat merugikan masa depannya.


Sang pria akhirnya menetapkan pilihan untuk kawin lari. Ia memutuskan untuk meninggalkan semuanya demi sang kekasih. Waktu keberangkatan pun ditetapkan, tetapi rupanya rencana ini diketahui oleh orang tua sang pria. Maka ketika saatnya tiba, sang ortu mengunci anaknya di dalam kamar dan dijaga ketat oleh para bawahan di rumahnya yang besar.

Sebagai gantinya, kedua orang tua datang ke tempat yang telah ditentukan sepasang kekasih tsb untuk melarikan diri. Sang wanita sangat terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu sang pria. Mereka kemudian memohon pengertian dari sang wanita, agar meninggalkan anak mereka satu-satunya. Menurut mereka, dengan perbedaan status sosial yang sangat besar, perkawinan mereka hanya akan menjadi gunjingan seluruh penduduk kota, reputasi anaknya akan tercemar, orang2 tidak akan menghormatinya lagi. Akibatnya, bisnis yang akan diwariskan kepada anak mereka akan bangkrut secara perlahan2.

Mereka bahkan memberikan uang dalam jumlah banyak, dengan permohonan agar wanita tsb meninggalkan kota ini, tidak bertemu dengan anaknya lagi, dan menggugurkan kandungannya. Uang tsb dapat digunakan untuk membiayai hidupnya di tempat lain.

Sang wanita menangis tersedu-sedu. Dalam hati kecilnya, ia sadar bahwa perbedaan status sosial yang sangat jauh, akan menimbulkan banyak kesulitan bagi kekasihnya. Akhirnya, ia setuju untuk meninggalkan kota ini, tetapi menolak untuk menerima uang tsb. Ia mencintai sang pria, bukan uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar, jalan hidupnya ke depan akan sangat sulit?.

Ibu sang pria kembali memohon kepada wanita tsb untuk meninggalkan sepucuk surat kepada mereka, yang menyatakan bahwa ia memilih berpisah dengan sang pria. Ibu sang pria kuatir anaknya akan terus mencari kekasihnya, dan tidak mau meneruskan usaha orang tuanya. “Walaupun ia kelak bukan suamimu, bukankah Anda ingin melihatnya sebagai seseorang yang berhasil? Ini adalah untuk kebaikan kalian berdua”, kata sang ibu.

Dengan berat hati, sang wanita menulis surat . Ia menjelaskan bahwa ia sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan sang pria. Ia sadar bahwa keberadaannya hanya akan merugikan sang pria. Ia minta maaf karena telah melanggar janji setia mereka berdua, bahwa mereka akan selalu bersama dalam menghadapi penolakan2 akibat perbedaan status sosial mereka. Ia tidak kuat lagi menahan penderitaan ini, dan memutuskan untuk berpisah. Tetesan air mata sang wanita tampak membasahi surat tersebut.

Sang wanita yang malang tsb tampak tidak punya pilihan lain. Ia terjebak antara moral dan cintanya. Sang wanita segera meninggalkan kota itu, sendirian. Ia menuju sebuah desa yang lebih terpencil. Disana, ia bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya.

Tiga tahun telah berlalu. Ternyata wanita tersebut telah menjadi seorang ibu. Anaknya seorang laki2. Sang ibu bekerja keras siang dan malam, untuk membiayai kehidupan mereka. Di pagi dan siang hari, ia bekerja di sebuah industri rumah tangga, malamnya, ia menyuci pakaian2 tetangga dan menyulam sesuai dengan pesanan pelanggan. Kebanyakan ia melakukan semua pekerjaan ini sambil menggendong anak di punggungnya. Walaupun ia cukup berpendidikan, ia menyadari bahwa pekerjaan lain tidak memungkinkan, karena ia harus berada di sisi anaknya setiap saat. Tetapi sang ibu tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya?

Di usia tiga tahun, suatu saat, sang anak tiba2 sakit keras. Demamnya sangat tinggi. Ia segera dibawa ke rumah sakit setempat. Anak tsb harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Biaya pengobatan telah menguras habis seluruh tabungan dari hasil kerja kerasnya selama ini, dan itupun belum cukup. Ibu tsb akhirnya juga meminjam ke sana-sini, kepada siapapun yang bermurah hati untuk memberikan pinjaman.

Saat diperbolehkan pulang, sang dokter menyarankan untuk membuat sup ramuan, untuk mempercepat kesembuhan putranya. Ramuan tsb terdiri dari obat2 herbal dan daging sapi untuk dikukus bersama. Tetapi sang ibu hanya mampu membeli obat2 herbal tsb, ia tidak punya uang sepeserpun lagi untuk membeli daging. Untuk meminjam lagi, rasanya tak mungkin, karena ia telah berutang kepada semua orang yang ia kenal, dan belum terbayar.

Ketika di rumah, sang ibu menangis. Ia tidak tahu harus berbuat apa, untuk mendapatkan daging. Toko daging di desa tsb telah menolak permintaannya, untuk bayar di akhir bulan saat gajian.

Diantara tangisannya, ia tiba2 mendapatkan ide. Ia mencari alkohol yang ada di rumahnya, sebilah pisau dapur, dan sepotong kain. Setelah pisau dapur dibersihkan dengan alkohol, sang ibu nekad mengambil sekerat daging dari pahanya. Agar tidak membangunkan anaknya yang sedang tidur, ia mengikat mulutnya dengan sepotong kain. Darah berhamburan. Sang ibu tengah berjuang mengambil dagingnya sendiri, sambil berusaha tidak mengeluarkan suara kesakitan yang teramat sangat?..

Hujan lebatpun turun. Lebatnya hujan menyebabkan rintihan kesakitan sang ibu tidak terdengar oleh para tetangga, terutama oleh anaknya sendiri. Tampaknya langit juga tersentuh dengan pengorbanan yang sedang dilakukan oleh sang ibu???.

Enam tahun telah berlalu, anaknya tumbuh menjadi seorang anak yang tampan, cerdas, dan berbudi pekerti. Ia juga sangat sayang ibunya. Di hari minggu, mereka sering pergi ke taman di desa tersebut, bermain bersama, dan bersama2 menyanyikan lagu “Shi Sang Chi You Mama Hau” (terjemahannya “Di Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik”).

Sang anak juga sudah sekolah. Sang ibu sekarang bekerja sebagai penjaga toko, karena ia sudah bisa meninggalkan anaknya di siang hari. Hari2 mereka lewatkan dengan kebersamaan, penuh kebahagiaan. Sang anak terkadang memaksa ibunya, agar ia bisa membantu ibunya menyuci di malam hari. Ia tahu ibunya masih menyuci di malam hari, karena perlu tambahan biaya untuk sekolahnya. Ia memang seorang anak yang cerdas.

Ia juga tahu, bulan depan adalah hari ulang tahun ibunya. Ia berniat membelikan sebuah jam tangan, yang sangat didambakan ibunya selama ini. Ibunya pernah mencobanya di sebuah toko, tetapi segera menolak setelah pemilik toko menyebutkan harganya. Jam tangan itu sederhana, tidak terlalu mewah, tetapi bagi mereka, itu terlalu mahal. Masih banyak keperluan lain yang perlu dibiayai.

Sang anak segera pergi ke toko tsb, yang tidak jauh dari rumahnya. Ia meminta kepada kakek pemilik toko agar menyimpan jam tangan tsb, karena ia akan membelinya bulan depan. “Apakah kamu punya uang?” tanya sang pemilik toko. “Tidak sekarang, nanti saya akan punya”, kata sang anak dengan serius.

Ternyata, bulan depan sang anak benar2 muncul untuk membeli jam tangan tsb. Sang kakek juga terkejut, kiranya sang anak hanya main2. Ketika menyerahkan uangnya, sang kakek bertanya “Dari mana kamu mendapatkan uang itu? Bukan mencuri kan ?”. “Saya tidak mencuri, kakek. Hari ini adalah hari ulang tahun ibuku. Saya biasanya naik becak pulang pergi ke sekolah. Selama sebulan ini, saya berjalan kaki saat pulang dari sekolah ke rumah, uang jajan dan uang becaknya saya simpan untuk beli jam ini. Kakiku sakit, tapi ini semua untuk ibuku. O ya, jangan beritahu ibuku tentang hal ini. Ia akan marah” kata sang anak. Sang pemilik toko tampak kagum pada anak tsb.

Seperti biasanya, sang ibu pulang dari kerja di sore hari. Sang anak segera memberikan ucapan selamat pada ibu, dan menyerahkan jam tangan tsb. Sang ibu terkejut bercampur haru, ia bangga dengan anaknya. Jam tangan ini memang adalah impiannya. Tetapi sang ibu tiba2 tersadar, dari mana uang untuk membeli jam tsb. Sang anak tutup mulut, tidak mau menjawab.

“Apakah kamu mencuri, Nak?” Sang anak diam seribu bahasa, ia tidak ingin ibu mengetahui bagaimana ia mengumpulkan uang tersebut. Setelah ditanya berkali2 tanpa jawaban, sang ibu menyimpulkan bahwa anaknya telah mencuri. “Walaupun kita miskin, kita tidak boleh mencuri. Bukankah ibu sudah mengajari kamu tentang hal ini?” kata sang ibu.

Lalu ibu mengambil rotan dan mulai memukul anaknya. Biarpun ibu sayang pada anaknya, ia harus mendidik anaknya sejak kecil. Sang anak menangis, sedangkan air mata sang ibu mengalir keluar. Hatinya begitu perih, karena ia sedang memukul belahan hatinya. Tetapi ia harus melakukannya, demi kebaikan anaknya.

Suara tangisan sang anak terdengar keluar. Para tetangga menuju ke rumah tsb heran, dan kemudian prihatin setelah mengetahui kejadiannya. “Ia sebenarnya anak yang baik”, kata salah satu tetangganya. Kebetulan sekali, sang pemilik toko sedang berkunjung ke rumah salah satu tetangganya yang merupakan familinya.

Ketika ia keluar melihat ke rumah itu, ia segera mengenal anak itu. Ketika mengetahui persoalannya, ia segera menghampiri ibu itu untuk menjelaskan. Tetapi tiba2 sang anak berlari ke arah pemilik toko, memohon agar jangan menceritakan yang sebenarnya pada ibunya.

“Nak, ketahuilah, anak yang baik tidak boleh berbohong, dan tidak boleh menyembunyikan sesuatu dari ibunya”. Sang anak mengikuti nasehat kakek itu. Maka kakek itu mulai menceritakan bagaimana sang anak tiba2 muncul di tokonya sebulan yang lalu, memintanya untuk menyimpan jam tangan tsb, dan sebulan kemudian akan membelinya. Anak itu muncul siang tadi di tokonya, katanya hari ini adalah hari ulang tahun ibunya. Ia juga menceritakan bagaimana sang anak berjalan kaki dari sekolahnya pulang ke rumah dan tidak jajan di sekolah selama sebulan ini, untuk mengumpulkan uang membeli jam tangan kesukaan ibunya.

Tampak sang kakek meneteskan air mata saat selesai menjelaskan hal tsb, begitu pula dengan tetangganya. Sang ibu segera memeluk anak kesayangannya, keduanya menangis dengan tersedu-sedu?.”Maafkan saya, Nak.” “Tidak Bu, saya yang bersalah”???..

Sementara itu, ternyata ayah dari sang anak sudah menikah, tetapi istrinya mandul. Mereka tidak punya anak. Sang ortu sangat sedih akan hal ini, karena tidak akan ada yang mewarisi usaha mereka kelak.

Ketika sang ibu dan anaknya berjalan2 ke kota , dalam sebuah kesempatan, mereka bertemu dengan sang ayah dan istrinya. Sang ayah baru menyadari bahwa sebenarnya ia sudah punya anak dari darah dagingnya sendiri. Ia mengajak mereka berkunjung ke rumahnya, bersedia menanggung semua biaya hidup mereka, tetapi sang ibu menolak. Kami bisa hidup dengan baik tanpa bantuanmu.

Berita ini segera diketahui oleh orang tua sang pria. Mereka begitu ingin melihat cucunya, tetapi sang ibu tidak mau mengizinkan.

Di pertengahan tahun, penyakit sang anak kembali kambuh. Dokter mengatakan bahwa penyakit sang anak butuh operasi dan perawatan yang konsisten. Kalau kambuh lagi, akan membahayakan jiwanya.

Keuangan sang ibu sudah agak membaik, dibandingkan sebelumnya. Tetapi biaya medis tidaklah murah, ia tidak sanggup membiayainya.

Sang ibu kembali berpikir keras. Tetapi ia tidak menemukan solusi yang tepat. Satu2nya jalan keluar adalah menyerahkan anaknya kepada sang ayah, karena sang ayahlah yang mampu membiayai perawatannya.

Maka di hari Minggu ini, sang ibu kembali mengajak anaknya berkeliling kota , bermain2 di taman kesukaan mereka. Mereka gembira sekali, menyanyikan lagu “Shi Sang Chi You Mama Hau”, lagu kesayangan mereka. Untuk sejenak, sang ibu melupakan semua penderitaannya, ia hanyut dalam kegembiraan bersama sang anak.

Sepulang ke rumah, ibu menjelaskan keadaannya pada sang anak. Sang anak menolak untuk tinggal bersama ayahnya, karena ia hanya ingin dengan ibu. “Tetapi ibu tidak mampu membiayai perawatan kamu, Nak” kata ibu. “Tidak apa2 Bu, saya tidak perlu dirawat. Saya sudah sehat, bila bisa bersama2 dengan ibu. Bila sudah besar nanti, saya akan cari banyak uang untuk biaya perawatan saya dan untuk ibu. Nanti, ibu tidak perlu bekerja lagi, Bu”, kata sang anak. Tetapi ibu memaksa akan berkunjung ke rumah sang ayah keesokan harinya. Penyakitnya memang bisa kambuh setiap saat.

Disana ia diperkenalkan dengan kakek dan neneknya. Keduanya sangat senang melihat anak imut tersebut. Ketika ibunya hendak pulang, sang anak meronta2 ingin ikut pulang dengan ibunya. Walaupun diberikan mainan kesukaan sang anak, yang tidak pernah ia peroleh saat bersama ibunya, sang anak menolak. “Saya ingin Ibu, saya tidak mau mainan itu”, teriak sang anak dengan nada yang polos. Dengan hati sedih dan menangis, sang ibu berkata “Nak, kamu harus dengar nasehat ibu. Tinggallah di sini. Ayah, kakek dan nenek akan bermain bersamamu.” “Tidak, aku tidak mau mereka. Saya hanya mau ibu, saya sayang ibu, bukankah ibu juga sayang saya? Ibu sekarang tidak mau saya lagi”, sang anak mulai menangis.

Bujukan demi bujukan ibunya untuk tinggal di rumah besar tsb tidak didengarkan anak kecil tsb. Sang anak menangis tersedu2 “Kalau ibu sayang padaku, bawalah saya pergi, Bu”. Sampai pada akhirnya, ibunya memaksa dengan mengatakan “Benar, ibu tidak sayang kamu lagi. Tinggallah disini”, ibunya segera lari keluar meninggalkan rumah tsb. Tampak anaknya meronta2 dengan ledakan tangis yang memilukan.

Di rumah, sang ibu kembali meratapi nasibnya. Tangisannya begitu menyayat hati, ia telah berpisah dengan anaknya. Ia tidak diperbolehkan menjenguk anaknya, tetapi mereka berjanji akan merawat anaknya dengan baik. Diantara isak tangisnya, ia tidak menemukan arti hidup ini lagi. Ia telah kehilangan satu2nya alasan untuk hidup, anaknya tercinta.

Kemudian ibu yang malang itu mengambil pisau dapur untuk memotong urat nadinya. Tetapi saat akan dilakukan, ia sadar bahwa anaknya mungkin tidak akan diperlakukan dengan baik. Tidak, ia harus hidup untuk mengetahui bahwa anaknya diperlakukan dengan baik. Segera, niat bunuh diri itu dibatalkan, demi anaknya juga??..

Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah ke tempat lain, mendapatkan kerja yang lebih baik lagi. Sang anak telah sehat, walaupun tetap menjalani perawatan medis secara rutin setiap bulan.

Seperti biasa, sang anak ingat akan hari ulang tahun ibunya. Uang pun dapat ia peroleh dengan mudah, tanpa perlu bersusah payah mengumpulkannya. Maka, pada hari tsb, sepulang dari sekolah, ia tidak pulang ke rumah, ia segera naik bus menuju ke desa tempat tinggal ibunya, yang memakan waktu beberapa jam. Sang anak telah mempersiapkan setangkai bunga, sepucuk surat yang menyatakan ia setiap hari merindukan ibu, sebuah kartu ucapan selamat ulang tahun, dan nilai ujian yang sangat bagus. Ia akan memberikan semuanya untuk ibu.

Sang anak berlari riang gembira melewati gang-gang kecil menuju rumahnya. Tetapi ketika sampai di rumah, ia mendapati rumah ini telah kosong. Tetangga mengatakan ibunya telah pindah, dan tidak ada yang tahu kemana ibunya pergi. Sang anak tidak tahu harus berbuat apa, ia duduk di depan rumah tsb, menangis “Ibu benar2 tidak menginginkan saya lagi.”

Sementara itu, keluarga sang ayah begitu cemas, ketika sang anak sudah terlambat pulang ke rumah selama lebih dari 3 jam. Guru sekolah mengatakan semuanya sudah pulang. Semua tempat sudah dicari, tetapi tidak ada kabar. Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya, yang juga sangat terkejut. Polisi pun dihubungi untuk melaporkan anak hilang.

Ketika sang ibu sedang berpikir keras, tiba2 ia teringat sesuatu. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Ia terlalu sibuk sampai melupakannya. Anaknya mungkin pulang ke rumah. Maka sang ayah dan sang ibu segera naik mobil menuju rumah tsb. Sayangnya, mereka hanya menemukan kartu ulang tahun, setangkai bunga, nilai ujian yang bagus, dan sepucuk surat anaknya. Sang ibu tidak mampu menahan tangisannya, saat membaca tulisan2 imut anaknya dalam surat itu.

Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari di sekitar desa tsb, tanpa mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu semakin resah. Kemudian sang ibu membakar dupa, berlutut di hadapan altar Dewi Kuan Im, sambil menangis ia memohon agar bisa menemukan anaknya.

Seperti mendapat petunjuk, sang ibu tiba2 ingat bahwa ia dan anaknya pernah pergi ke sebuah kuil Kuan Im di desa tsb. Ibunya pernah berkata, bahwa bila kamu memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Dewi Kuan Im yang welas asih. Dewi Kuan Im pasti akan menolongmu, jika niat kamu baik. Ibunya memprediksikan bahwa anaknya mungkin pergi ke kuil tsb untuk memohon agar bisa bertemu dengan dirinya.

Benar saja, ternyata sang anak berada di sana. Tetapi ia pingsan, demamnya tinggi sekali. Sang ayah segera menggendong anaknya untuk dilarikan ke rumah sakit. Saat menuruni tangga kuil, sang ibu terjatuh dari tangga, dan berguling2 jatuh ke bawah????..

Sepuluh tahun sudah berlalu. Kini sang anak sudah memasuki bangku kuliah. Ia sering beradu mulut dengan ayah, mengenai persoalan ibunya. Sejak jatuh dari tangga, ibunya tidak pernah ditemukan. Sang anak telah banyak menghabiskan uang untuk mencari ibunya kemana2, tetapi hasilnya nihil.

Siang itu, seperti biasa sehabis kuliah, sang anak berjalan bersama dengan teman wanitanya. Mereka tampak serasi. Saat melaju dengan mobil, di persimpangan sebuah jalan, ia melihat seorang wanita tua yang sedang mengemis. Ibu tsb terlihat kumuh, dan tampak memakai tongkat. Ia tidak pernah melihat wanita itu sebelumnya. Wajahnya kumal, dan ia tampak berkomat-kamit.

Di dorong rasa ingin tahu, ia menghentikan mobilnya, dan turun bersama pacar untuk menghampiri pengemis tua itu. Ternyata sang pengemis tua sambil mengacungkan kaleng kosong untuk minta sedekah, ia berucap dengan lemah “Dimanakah anakku?

Apakah kalian melihat anakku?”

Sang anak merasa mengenal wanita tua itu. Tanpa disadari, ia segera menyanyikan lagu “Shi Sang Ci You Mama Hau” dengan suara perlahan, tak disangka sang pengemis tua ikut menyanyikannya dengan suara lemah. Mereka berdua menyanyi bersama. Ia segera mengenal suara ibunya yang selalu menyanyikan lagu tsb saat ia kecil, sang anak segera memeluk pengemis tua itu dan berteriak dengan haru “Ibu? Ini saya ibu”.

Sang pengemis tua itu terkejut, ia meraba2 muka sang anak, lalu bertanya, “Apakah kamu ??..(nama anak itu)?” “Benar bu, saya adalah anak ibu?”. Keduanya pun berpelukan dengan erat, air mata keduanya berbaur membasahi bumi???.

Karena jatuh dari tangga, sang ibu yang terbentur kepalanya menjadi hilang ingatan, tetapi ia setiap hari selama sepuluh tahun terus mencari anaknya, tanpa peduli dengan keadaaan dirinya. Sebagian orang menganggapnya sebagai orang gila?.

Dalam kondisi kritis, Ibu kita akan melakukan apa saja demi kita. Ibu bahkan rela mengorbankan nyawanya?..

Simaklah penggalan doa keputusasaan berikut ini, di saat Ibu masih muda, ataupun disaat Ibu sudah tua :

1. Anakku masih kecil, masa depannya masih panjang. Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.

2. Aku sudah tua, Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.

Diantara orang2 disekeliling Anda, yang Anda kenal, Saudara/I kandung Anda, diantara lebih dari 6 Milyar manusia, siapakah yang rela mengorbankan nyawanya untuk Anda, kapan pun, dimana pun, dengan cara apapun ?

Tidak diragukan lagi

“Ibu kita adalah Orang Yang Paling Mulia di dunia ini”
sumber:
http://www.facebook.com/?sk=messages&tid=1697759038737#!/note.php?note_id=487467156953&id=1011406122

Sabtu, 10 Juli 2010

Thanks Komennya

Widodo dari Lampung Bertanya
axa.widodo@yahoo.com

Kapan kami bs dpt info ny ya Pak..?
di sekitar daerah kami juga ada orang Bogor yang menyuplai bibit & menampung hasil panen nya, sepertinya mereka jadi petani plasma,, tapi bukan di desa kami dan mulai berjalan sekitar 1,5 bulan..
Di daerah kami banyak masyrakat yg mempunyai kolam, krn air mudah untuk d dpt kan,,tp ikan ny asal-asalan dan msh menggunakan pola tradisional..
Jadi kami harap Bpk memberikan info secepatnya..
Terima kasih..

Jawaban ini juga kami posting ke blog kami http://ikanairtawarbatam.blogspot.com

Memang ada kendala. Belut, kebutuhannya sangat banyk. Namun ketersediaan belut sngt kurang. Karena orang Indonesia sangat sedikit yang gemar belut, karena katanya ikan lain msh bnyk. Pembeli selalu dari luar, tetapi untuk ekspor perlu kuanitas yg sgt bnyk. Msalnya rata-rata permintaan ke kami tiga ton per meinggu. Ini kalau kita cari di pasaran sngat mustahil ada. Maka ini yg elum ketemu.
Soal tradisional, meman belut harus emakai cara tradisional. Cara modern juga sebetulnya cara tradisional. Belut pemakan binatang, di Indonesia sedikit yang membudidayakan pakan alamiah. Kalau di cina mau beli belatung ratusan ton ada, mau beli cacing ada. Di kita terlalu mahal kerena untuk piara belatung, cacing, media yg dibutuhkan juga mahal. Jadi satu-satunya jalan, piara dulu, secara tradisional.
Kunci utama bidudaya belut adalah, gedobok pisang tua, tai kambing tua. Kasih 10 cm, lalu atas kolam ditutup paranet 25% biar sinar matahari tidak langsung kena ke lumpur.
Poin pokok dalam budidaya belut: (Tidak ada yang baku dalam budiday belut. Jadi baca ini lalu kembangkan sendiri, lain lubuk, lain ikannya)
1. Belut sifatnya makan malam hari saja, maka utk makan siang hari, media harus dingin, agar dia keluar utk makan
2. Belut hewan malas, jadi makanan harus dekat, ekornya ngait ke jerami, sambil mematok makanan. Artinya ketersebaran makanan harus mereata. Maka gedebok pisang, seratnya diperlukan utk memblok makanan agar hewan2 tidak lari jauh. Gedebok pisang harus dua meteran, jangan dicacah
3. Belut hidup di lumpur, bukan di air. Maka ketinggian air harus diperhatikan, supaya dia bisa bernapas sambil tidur. Jika tidak dia akan berenang kesana, kemari, habis tenaga. Kalau belut berenang sana kemari, artinya dia stress, medianya tidak cocok, PH air tetap 5.5 sampai 6, jika lebih tinggi, sama dengan belut hidup di sabun, jika lebih rendah sama dengan belut hidup di dalam minyak. Beli pH indicator di Apotik Kimia Farma ukur sendiri. Harganya sekitar 240ribu. Jika pH rendah kasih daun ketapang 10 lembar. hanyutkan saja. Jika pH tinggi kasih jamu2 bnyk dipakai dan dijual.
4. Belut harus dipicu untuk tambah panjang bdan. 3/4 panjang badan di atas lumpur. Tidur seperti huruf 'U' atau 'J', sambil ekornya ngait ke jerami setiap mematok makanan ia melatih diri (olahraga) utk badannya semakin elastis, sehingga panjang badannya cepat panjang. Maka utk ukuran 15 cm, ketinggian air hanya 5 cm dipertahankan, jika panjang badan 25 cm ke atas ketinggian air 10 cm saja dipertahnkn. Tidak boleh lebih dari itu.
5. Belut akan mati jika air/lumpur tercemar detergen atau oli. Jangan sampai ayam, itik masuk ke dalam kolam.
6. Jika ada bangkai belut harus dikeluarkan, tidak boleh dia makan bangkai sesamanya.
7. Sebelum masukkan bibit, bibit tidak boleh disentuh tangan, jika dia stress, atau bergerak, keluar hormon yg licin tu, terkuras tanaga, mati. Seleksi belut secara tradisional, bibit dimasukkan ke tampi beras taruh di tengah kolam. Biarkan selama seminggu. Bibit sehat keluar saat itu juga, jika tidak keluar biarkan sampai 1 minggu, kalau tidak keluar juga, belut itu sakit dan tidak ada harapan. buang saja.
8. Kolam ukuran 4 x 6 muat sekitar 2.500 ekor belut.
Soal dimana bibit yang bagus, dalam pengalaman kami, Bibit asal Jawa Timur dan Jambi cocok untuk Lampung-Bengkulu. Lain itu ada di Siantar, dan Jawa Barat, namun perbedaan iklim perlu dipertimbangkan. Kami bisa merekmendasikan dimana yang cocok membeli bibit. Namun minimum pembelian harus 100 ribu ekor


Widodo dari Lampung Bertanya
axa.widodo@yahoo.com

Kapan kami bs dpt info ny ya Pak..?
di sekitar daerah kami juga ada orang Bogor yang menyuplai bibit & menampung hasil panen nya, sepertinya mereka jadi petani plasma,, tapi bukan di desa kami dan mulai berjalan sekitar 1,5 bulan..
Di daerah kami banyak masyrakat yg mempunyai kolam, krn air mudah untuk d dpt kan,,tp ikan ny asal-asalan dan msh menggunakan pola tradisional..
Jadi kami harap Bpk memberikan info secepatnya..
Terima kasih..

Widodo Bertanya

Kapan kami bs dpt info ny ya Pak..?
di sekitar daerah kami juga ada orang Bogor yang menyuplai bibit & menampung hasil panen nya, sepertinya mereka jadi petani plasma,, tapi bukan di desa kami dan mulai berjalan sekitar 1,5 bulan..
Di daerah kami banyak masyrakat yg mempunyai kolam, krn air mudah untuk d dpt kan,,tp ikan ny asal-asalan dan msh menggunakan pola tradisional..
Jadi kami harap Bpk memberikan info secepatnya..
Terima kasih..

Jawab:
Terimakasih email-email bpk. Kami menjawab sebisanya.
Memang ada kendala. Belut, kebutuhannya sangat banyk. Namun ketersediaan belut sngt kurang. Karena orang Indonesia sangat sedikit yang gemar belut, karena katanya ikan lain msh bnyk. Pembeli selalu dari luar, tetapi untuk ekspor perlu kuanitas yg sgt bnyk. Msalnya rata-rata permintaan ke kami tiga ton per meinggu. Ini kalau kita cari di pasaran sngat mustahil ada. Maka ini yg elum ketemu.
Soal tradisional, meman belut harus emakai cara tradisional. Cara modern juga sebetulnya cara tradisional. Belut pemakan binatang, di Indonesia sedikit yang membudidayakan pakan alamiah. Kalau di cina mau beli belatung ratusan ton ada, mau beli cacing ada. Di kita terlalu mahal kerena untuk piara belatung, cacing, media yg dibutuhkan juga mahal. Jadi satu-satunya jalan, piara dulu, secara tradisional.
Kunci utama bidudaya belut adalah, gedobok pisang tua, tai kambing tua. Kasih 10 cm, lalu atas kolam ditutup paranet 25% biar sinar matahari tidak langsung kena ke lumpur.
Poin pokok dalam budidaya belut: (Tidak ada yang baku dalam budiday belut. Jadi baca ini lalu kembangkan sendiri, lain lubuk, lain ikannya)
1. Belut sifatnya makan malam hari saja, maka utk makan siang hari, media harus dingin, agar dia keluar utk makan
2. Belut hewan malas, jadi makanan harus dekat, ekornya ngait ke jerami, sambil mematok makanan. Artinya ketersebaran makanan harus mereata. Maka gedebok pisang, seratnya diperlukan utk memblok makanan agar hewan2 tidak lari jauh. Gedebok pisang harus dua meteran, jangan dicacah
3. Belut hidup di lumpur, bukan di air. Maka ketinggian air harus diperhatikan, supaya dia bisa bernapas sambil tidur. Jika tidak dia akan berenang kesana, kemari, habis tenaga. Kalau belut berenang sana kemari, artinya dia stress, medianya tidak cocok, PH air tetap 5.5 sampai 6, jika lebih tinggi, sama dengan belut hidup di sabun, jika lebih rendah sama dengan belut hidup di dalam minyak. Beli pH indicator di Apotik Kimia Farma ukur sendiri. Harganya sekitar 240ribu. Jika pH rendah kasih daun ketapang 10 lembar. hanyutkan saja. Jika pH tinggi kasih jamu2 bnyk dipakai dan dijual.
4. Belut harus dipicu untuk tambah panjang bdan. 3/4 panjang badan di atas lumpur. Tidur seperti huruf 'U' atau 'J', sambil ekornya ngait ke jerami setiap mematok makanan ia melatih diri (olahraga) utk badannya semakin elastis, sehingga panjang badannya cepat panjang. Maka utk ukuran 15 cm, ketinggian air hanya 5 cm dipertahankan, jika panjang badan 25 cm ke atas ketinggian air 10 cm saja dipertahnkn. Tidak boleh lebih dari itu.
5. Belut akan mati jika air/lumpur tercemar detergen atau oli. Jangan sampai ayam, itik masuk ke dalam kolam.
6. Jika ada bangkai belut harus dikeluarkan, tidak boleh dia makan bangkai sesamanya.
7. Sebelum masukkan bibit, bibit tidak boleh disentuh tangan, jika dia stress, atau bergerak, keluar hormon yg licin tu, terkuras tanaga, mati. Seleksi belut secara tradisional, bibit dimasukkan ke tampi beras taruh di tengah kolam. Biarkan selama seminggu. Bibit sehat keluar saat itu juga, jika tidak keluar biarkan sampai 1 minggu, kalau tidak keluar juga, belut itu sakit dan tidak ada harapan. buang saja.
8. Kolam ukuran 4 x 6 muat sekitar 2.500 ekor belut.
Soal dimana bibit yang bagus, dalam pengalaman kami, Bibit asal Jawa Timur dan Jambi cocok untuk Lampung-Bengkulu. Lain itu ada di Siantar, dan Jawa Barat, namun perbedaan iklim perlu dipertimbangkan. Kami bisa merekmendasikan dimana yang cocok membeli bibit. Namun minimum pembelian harus 100 ribu ekor