Kamis, 16 September 2021

Sahabat, Kalian Luar Biasa

 Sahabats, 

Kalian pasti tidak pernah mengurus yang namanya Panti Jompo. 

Pentingnya Sahabat

Di dalam panti jompo, macam2 orang. tapi yang paling banyak adalah orang tua dari orang kaya. Saking kayanya, uang dan materi tidak bisa membahagiakan lagi orang tua nya.

Suatu saat tengah malam saya mendarat di Changi Singapur hendak ke pulang ke Batam. Karena tanggung saya nunggu jam 5 (=pukul 04.00 WIB) untuk naik Bus Ke Harbor Front hendak naik Feri pertama ke Batam. Saya naik ke waving hall, tempat orang melambai orang yang diantar jalan ke pesawat. 

Hanya ada beberapa bangku2 plastik, ruangan kebanyakan kosong. Saya melihat seorang ibu Cina berusia sekitar 75 tahun sedang merapikan koran2, karena saya lihat the New Strait Times, selain koran2 beraksara Cina, saya pinjam untuk baca. sangat jarang bertemu orang Cina mau berbahasa Cina, apalagi Melayu, tapi Ibu ini menjawab dengan bahasa Inggris.

Selanjutnya ibu itu tersenyum, dan tidak langsung tidur di atas tumpukan korannya.

beliau bercerita, anaknya pulang sebulan sekali mengantarkan uang bulanan. Pemerintah Singapura konon memberlakukan aturan anak harus memberi sejumlah uang kepada orang tua mereka, anak harus membeli rumah milik orang tuanya, dan seterusnya.

Trenyuh saya mendengar cerita keseharian ibu ini. Dari level bahasa yang beliau pakai dapat kita tau, beliau bukan orang kelas bawah. Di negeri Jiran itu orang terkotak2. Cina dengan Cina, Melayu DenganMelyu, India dengan India dan seterusnya. maka dapat kita tau seorang Cina Berbahasa Ingggris, atau mau berkomunikasi dengan orang beda etnis berarti itu ada sesuatu.

Tetapi kenapa harus setiap hari ke bandara, penasaran saya. Saya ke sini karena saya kesepian. di sini saya bisa bertemu teman. Di Rumah/apartemen mereka sangat sulit bertemu orang meski hanya untuk bisa say helo, nanti dibilang aneh. Tetapi di bandara ini bisa bergaul sesama orang sepuh, lapar tinggal makan hiburan banyak, mau pulang tinggal naik bis atau MRT sampai di apartemennya, katanya.

Saya teringat orang tua angkat, zaman muda dulu, beliau pengurus Muhamadiyah ASEAN, yang membuka Panti Jompo salah satu nya di Singapura. 

Kata belaiau, tentang kenapa organisasi ini membuka Panti Jompo di Singapura dan lain negara, jawabnya ekstrim tapi kena: "kamu jangan suka doa panjang umur, kamu kalau dikabulkan, umur 100 tahun muka kamu kayak hantu, udah mereng2, ngences2 Anak mu yang kau sayang2 itu nanti yang jijik sama kamu, apalagi cucumu cicit mu. kamu tegur orang saja orang menghindar. Panti Jompo ini isinya orang kaya semua. ini termasuk salah satu yang terbaik di sini. Kenapa orang memilih orangtuanya dititipkan di panti jompo, karena disitulah mereka bisa bertemu sabahat2 nya. Di situlah mereka saling support dan nyambung.

Di sebuah rumah, seorang nenek sedang merawat tanaman di halaman, terganggu dengan suara kakek yang sebentar-sebentar manggil nenek. itulah perilaku orang tua. Begitu juga di rumah orangtua penulis, sahabat2 ayah dan ibu yang seusia rutin berkunjung, timbal balik. di situlah mereka nyaman, di saat anak cucu bersikap datar-datar saja, mereka mencari sosok-sosok yang sabar dan paham mereka, mereka lalu bentuk komunitas sendiri saling berkunjung.

Seorang Ibu kenalan penulis di Jakarta juga berkata, semakin kita dorong anak cucu kita untuk mandiri dan berprestasi, semakin kita kesepian. 

Nah bagaimana dengan kita. Apakah kita sudah persiapkan sesuatu untuk masa tua kita?

Sahabat-sahabat mu saat inilah yang akan sangat kamu butuhkan di hari tua mu.

Selamat Beraktivitas, Salam