Selasa, 30 Maret 2021

Menikmati Sepinya Bali, Dan Optimisme Batam

Pasca Pandemi Covid, Bali Terpukul Telak, Batam Lebih Bertahan

Kuta 25 Maret 2021

Pengurus Badan Promosi dan Pariwisata Daerah Kota Batam ikut digandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam ke  Pameran Perdagangan dan Pariwisata ITT 2021 di Bali. Di sela kegiatan tersebut kami menyempatkan berkunjung, berkeliling dan mewawancarai banyak orang terkait sepi nya wisman baik lokal maupun mancanegara.

Sebagai badan yang dibentuk Undang-undang, yang mewadahi asosiasi-asosiasi terkait pariwisata dan yang dilantik walikota, Badan Pariwisata perlu menyerap segala informasi termasuk kondisi pariwisata daerah lain.

Meski secara sepintas namun cukup menggambarkan suasana Bali saat ini. 

Sebagai ranking ke 2 provinsi dengan kunjungan wisman terbanyak, perlu juga melihat di lapangan kondisi aktual Bali, yang dari berbagai berita sepi wisata sehingga sepi kegiatan ekonomi rakyat.

Mulai Tanah Lot di Tabanan, Pantai Kuta di Badung, Pantai Kuliner Jimbaran di Badung, Nusadua di Badung, serta obyek wisata belanja sepertii Krisna, Joger di kawasan Tuban Badung, dan beberapa tempat. Kesimpulan sementara, ternyata benar bahwa Bali terjejas ke angka nol, oleh badai Covid, sementara Batam terkesan lebih lebih baik geliat kehidupannya dan wisman lokal masih berdatangan, sehingga warga Batam patut bersyukur.

Dapat dilihat dari terutama masih penuh nya seat pesawat ke Batam dibanding Bali, aktivitas Bandara dan Pelabuhan Batam masih ada geliat, dibanding dengan Bali, tidak sedrastis Bali.

Ketika mendarat di Bandara rombongan Disparbud disambut oleh guide Bali, Dewiq, yang membuka perkataan dengan sapaan, bersyukur kedatangan rombongan pameran ITT di Bali adalah pecah telor bagi jasa mereka, setelah sempat di bulan Januari timnya masih mendapat tamu yang berkunjung ke Bali.

Beberapa petugas bandara Bali yang diwawancarai juga mengabarkan hal senada, berikut sejumlah  driver online yang mengakui mereka hanya bisa beroperasi di Kota  Denpasar yang dulunya kurang diminati, kini Kota Denpasarlah tumpuan mereka. Meski geliat itu tidak sama sekali memacetkan Denpasar.

Badung yang dinilai sebagai kabupaten terkaya di Bali, dengan obyek Kuta, Legian, Tuban, Jimbaran, Nusadua, Uluwatu, Pecatu dan banyak sekali obyek wisata, menurut kesaksian sejumlah warga di Bali justru sepi.

Tanah Lot (Tabanan) yang normalnya tidak kurang dari 1.500 mobil kecil besar parkir kini terlihat kosong. Para penjaja jualan asongan atau foto ekspress bercerita hingga sore itu belum ada pemasukan.

Pantai Jimbaran yang terkenal mengusung konsep Romantic Dinner, makan malam didahului dengan menyaksikan sunset, berisi ratusan restauran seafood sepi pengunjung. Malah untuk datang ke sana khabarnya harus memesan makanan terlebih dahulu. 

Sama halnya di Pantai Kuta yang tersohor. Beberapa kali kami mencoba wawancara wisman tidak berhasil,  dengan alasan tidak bisa berbahasa Inggris, kemungkinan merek terperangkap covid. 

Meski demikian kami tidak menemukan satu pun orang asing baik di Tanah Lot, Jimbaran beberapa hari berselang.

Di Pantai Kuta, hanya ada beberapa orang wisman Rusia, Ukraina yang datang ber-surfing dan duduk sejenak di Pantai Kuta, yang juga hampa wisman lokal.

Berbeda dengan Batam, kata Direktur Eksekutif Batam Tourism and Promotion Board Edi Sutrisno, meski kedatangan wisman ke Batam hanya sekitar 400 orang, namun pengunjung domestik masih mendatangi. Geliat acara warga seperti kunjungan Nomadic Fiesta berbagai komunitas ke obyek wisata Batam, klub motor atau even-even yang mendatangkan pengunjung domestik ke Batam masih ada, meski tetap tunduk dan menyesuaikan diri dengan protokol kesehatan.

Pekerja pariwisata di Bali pulang kampung, baik orang Bali maupun daerah lain. Hal ini dikatakan dikarenakan tidak ada sektor lain yang bisa diandalkan bagi mereka karena Bali betul-betul mengandalkan pariwisata dan arus kunjungan. 

Namun demikian beberapa pekerja pariwisata memanfaatkan kenderaan mereka berjualan, seperti jualan masker, jajanan, atau pakaian dan pernak pernik Bali di jalanan meski Pemerintah Provinsi Bali sempat memberlakukan jam malam yang lebih mendramatisir suasana, begitu juga dalam hal  beribadah orang Bali pun sangat dibatasi. 

Di jalur wisata religi lokal luar Bali pun, Bahkan sering terjadi bus-bus wisman lokal yang nyeberang dari Banyuwangi, kebanyakan wisata religi, semacam ziarah makam Wali Pitu (Wali Tujuh) yang terkenal di Bali yang cukup mendatangkan peziarah Muslim, sering dipulangkan ke Jawa karena tidak memenuhi protokol kesehatan. Razia ketat mirip operasi gabungan tilang gencar dilakukan pemerintah Bali sehingga menambah suasana trenyuh, sangat berbeda dengan Batam. Seorang pekerja pariwisata asal Purwokerto menceritakan untuk masuk dari Banyuwangi, ke Kuta, ia harus rela kenderaan ya ditahan petugas hingga 4 kali di daratan Bali. Sangat ketat.

Bali tampak lengang di obyek wisata. Menyusuri jalan-jalan utama yang dulunya selalu padat kenderaan dan pejalan kaki, kini sepi. Kami beberapa kali melewati Jalan Legian yang sangat terkenal itu. Sejak memasuki jalan searah itu tampak tidak ada kenderaan hingga ke ujung jalan. Toko dan restauran, bar yang umumnya padat ramai malam hingga pagi tidak ada lagi. Memasuki jalan pantai Kuta, bangunan umumnya tutup, tidak terawat bahkan McDonald tutup. Rumput ilalang pun tumbuh di bangunan semacam bekas hotel, resto, bar dll, sering terlihat puing






-puing bangunan yang terkesan dirontokkan secara paksa.

Kami lalu mencoba menikmati suasana sepi. Memasuki pantai Kuta Legian tepat di depan Hotel The Stone, kami mencoba Dian dan menikmati. Dalam dua jam hanya ada 3 keluarga wisman asal Rusia, Ukraina yang ada di situ. Mereka tidak bisa berbahasa Inggris sehingga sulit mengetahui kenapa mereka ada di Bali namun tampaknya mereka wisman yang terperangkap Covid.

Dan setiap berbicara dengan warga Bali semuanya mengeluarkan bahasa negatif. Berbeda dengan Bom Bali 1 dan 2,  Covid membawa Bali sepi seperti tahun 80 an.(sml)

Sabtu, 27 Maret 2021

Seafood, Among Others, a reason to Visit, Batam Tourism Authority Boosts Seafood Eating Campaigns

Seafood, Among Others, a reason to Visit, Batam Tourism Authority Boosts Seafood Eating  Campaigns


By: Muhammad Laba

BALI, 25th March, 2021

Batam is an Island, lies north-west of the Capital Jakarta, was initially developped by government at early 1970s, to the basis of transhipment, electronic manufacturer, trade and commerce, a newest model of government development particularly regulation simplicity. Hence the progress achieved were paralel to tourism progress which is now along with all Riau Islands Province lists itself as the second most visited province in Indonesia, After Bali Province. 

Central Government under the new Tourism and Creative Economy Minister Sandiaga Uno has been working hard to reopened the Bali and Riau Islands doors for for foreign tourism, amid critics on the applicable possibility. Batam and Bintan of the province was many times mentioned by Minister Sandiaga Uno to be reopened earlier than Bali, hopefully by 21st April, 2021.

Prior to Covid ban, Riau Islands Province had attracted nearly 2 million visitors after Bali with 6.7 million visitors anually. Now as preparation to welcome visitor, the central government has been working hand in hand with the provincial government to prepare it self for the reopening, particularly health protocol compliance. And this effort has made Batam and Bintan considered as a territory ready to be visited by foreigners.

In line with the fact, Batam local tourism authority that has continuously done many effort during the pandemic season, has again come up with other campaign, now focusing on the Seafood Culinary tourism.

Sea creatures are traditionaly trapped and put into net ponds restaurants, there they are fed and raised into the restaurant dish size and cooked live for the comsumers. This type of restaurant is known as Kelong Restaurant, that has been so far the strength of live seafood culinary all over the islands province, will remain an advantage to Batam

Batam which is a 45 minutes by ferry ride from Singapore seaports, and 2.5 hours from Malaysia seaports, has so far attracted foreign visitors. Some factors then discovered and believed to be the visit reason, such as sport tourism which golfing dominated, Island visit, Cullinary Visit and so on.

Recently the Local Tourism Office along with its counterparts, have performed in Trade and Tourism Investment Exhibition 2021 held in Bali, there slogan of Batam Seafood Paradise has been taken in.

Executive Director of Batam Tourism and Promotion Board Edi Sutrisno spoke to journalists in Denpasar Bali when he lead the team to the exhibition, 25th March, 2021.

Edi said, among categories of tourism, Culinary particularly seafood rating, must be sharpened, for one of the big reason to foreigners to visit the island is Cullinary.

Brief of Strategic Advantages 

The Province that is border to some countries, Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam, Cambodia, China, Taiwan, Philippine, Brunei, is deemed very  strategic for any field of Investment. Even so, length of stay in Batam must be prolonged  altogether with other efforts of other field of tourism, such as religious tourism, sport tourism, island tourism, community based tourism and so on. 

"There is nowhere in this world a small island possesses 4 international passenger seaports, a 4,500 meter runway, 12 million accomodation capacity  per anum, than to be the most visited area of this country", said Edi in other discussion. (msl)

Kuliner Antara Faktor Utama Kunjungan Wisatawan ke Batam, Disparbud Perkenalkan Perkenalkan semua Tempat Makan Seafood ke Pameran Bali














 Kuliner Seafood menjadi Ujung Tombak 


BATAM 27 Maret 2021

Dari Sejumlah Kategori Pariwisata, wisata kuliner tampaknya menjadi konsensus para stakeholder untuk promosi Batam. Hal ini dikarenakan letak strategis Batam yang memungkin kan kunjungan Wisman oleh warga asing melalui Singapura dan Malaysia menjadi suatu kekuatan dan potensi.

Hal terkait wisata kuliner dijadiakan materi utama dalam setiap acara termasuk pameran ke luar Batam. Promosi pun kini lebih tajam kepada pelaku pariwisata kuliner. Demikian terlihat dari materi pemeran rutin oleh Disbudpar Kota Batam menggandeng Badan Pariwisata yang beranggotakan berbagai asosiasi pariwisata, para pelaku usaha dan sebagainya. 

Island Holiday Tourism, Community Based Tourism, Sport Tourism dan lainnya tetap menjadi Agenda Rutin promosi dan pengembangan oleh pemerintah, namun kekuatan utama Batam tertumpu kepada kuliner terutama Seafood. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Batam Tourism and Promotion Board Edi Sutrisno di Denpasar 25 Maret 2021.

Fakta menunjukkan alasan utama orang berkunjung ke Batam dan Kepri yang merupakan the Three Greaters, setelah Bali, sudah sama diketahui bahwa rating tertinggi adalah kuliner.

Wisata Seafood sangat rasional, terutama karena Batam dan Kepri adalah daerah pulau yang seafood nya dipercaya fresh, selain sebagai sumber seafood yang dieksport ke sejumlah negara, variasi masakannya juga telah dikenal dan disukai secara meluas.

Untuk itu Tim Pameran Bentukan Disbudpar Kota Batam menerjemahkan fakta tersebut dengan mengusung tema Batam Seafood Paradise, menggandeng Badan plat merah Batam Tourism and Promotion Board (BTPB).

BTPB pun kali ini mengikutsertakan Batam Chef Professional (BCP) yang menyajikan hidangan praktis pameran untuk dicicipi pengunjung di Mall Level 21 Jalan Teuku Umar Denpasar, 25 - 28 Maret 2021.

Chef Hendra Syamsul dari BCP mengatakan di Denpasar, bersama komunitas nya siap mendukung segala upaya untuk meningkatkan pariwisata terutama wisata kuliner.

Kegiatan melibatkan Asosiasi sepeti ini sudah lumrah di Batam, sering dilibatkan pada Chef dan dukungan menandakan upaya bersama meningkatkan Pariwisata Batam tidak mesti hanya oleh pemerintah.

Belum lagi dilibatkannya Encik dan Puan Batam. Pada saat seleksi calon Encik dan Puan Batam 2021, tengah berlangsung di Batam, yang sudah memasuki tahap 20 Finalis, oleh Disbudpar Kota Batam, Encik dan Puan Batam saat ini ikut mensukseskan Pameran Bali.  Untuk diketahui menjadi kandidat Encik dan Puan Batam mereka harus menguasai materi lokal terutama pariwisata dan budaya lokal Batam.

Kembali ke seafood, Badan Pariwisata selalu memperkenalkan tempat makan seafood dalam setiap acaranya. Syiar Pariwisata kuliner tetap disebarkan kepada masyarakat luar Batam seperti terlihat dalam materi pameran investasi Perdagangan dan pariwisata Bali 2021 ini.(msl)

Makan Seafood Sebagai Alasan Utama Wisman Ke Batam, Disbudpar using Seafood ke Pameran Investasi Bali 2021

Kuliner Seafood menjadi Ujung Tombak 

BATAM 27 Maret 2021

Dari Sejumlah Kategori Pariwisata, wisata kuliner tampaknya menjadi konsensus para stakeholder untuk promosi Batam. Hal ini dikarenakan letak strategis Batam yang memungkin kan kunjungan Wisman oleh warga asing melalui Singapura dan Malaysia menjadi suatu kekuatan dan potensi.

Hal terkait wisata kuliner dijadiakan materi utama dalam setiap acara termasuk pameran ke luar Batam. Promosi pun kini lebih tajam kepada pelaku pariwisata kuliner. Demikian terlihat dari materi pemeran rutin oleh Disbudpar Kota Batam menggandeng Badan Pariwisata yang beranggotakan berbagai asosiasi pariwisata, para pelaku usaha dan sebagainya. 

Island Holiday Tourism, Community Based Tourism, Sport Tourism dan lainnya tetap menjadi Agenda Rutin promosi dan pengembangan oleh pemerintah, namun kekuatan utama Batam tertumpu kepada kuliner terutama Seafood. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Batam Tourism and Promotion Board Edi Sutrisno di Denpasar 25 Maret 2021.

Fakta menunjukkan alasan utama orang berkunjung ke Batam dan Kepri yang merupakan the Three Greaters, setelah Bali, sudah sama diketahui bahwa rating tertinggi adalah kuliner.

Wisata Seafood sangat rasional, terutama karena Batam dan Kepri adalah daerah pulau yang seafood nya dipercaya fresh, selain sebagai sumber seafood yang dieksport ke sejumlah negara, variasi masakannya juga telah dikenal dan disukai secara meluas.

Untuk itu Tim Pameran Bentukan Disbudpar Kota Batam menerjemahkan fakta tersebut dengan mengusung tema Batam Seafood Paradise, menggandeng Badan plat merah Batam Tourism and Promotion Board (BTPB).

BTPB pun kali ini mengikutsertakan Batam Chef Professional (BCP) yang menyajikan hidangan praktis pameran untuk dicicipi pengunjung di Mall Level 21 Jalan Teuku Umar Denpasar, 25 - 28 Maret 2021.

Chef Hendra Syamsul dari BCP mengatakan di Denpasar, bersama komunitas nya siap mendukung segala upaya untuk meningkatkan pariwisata terutama wisata kuliner.

Kegiatan melibatkan Asosiasi sepeti ini sudah lumrah di Batam, sering dilibatkan pada Chef dan dukungan menandakan upaya bersama meningkatkan Pariwisata Batam tidak mesti hanya oleh pemerintah.
















Belum lagi dilibatkannya Encik dan Puan Batam. Pada saat seleksi calon Encik dan Puan Batam 2021, tengah berlangsung di Batam, yang sudah memasuki tahap 20 Finalis, oleh Disbudpar Kota Batam, Encik dan Puan Batam saat ini ikut mensukseskan Pameran Bali.  Untuk diketahui menjadi kandidat Encik dan Puan Batam mereka harus menguasai materi lokal terutama pariwisata dan budaya lokal Batam.

Kembali ke seafood, Badan Pariwisata selalu memperkenalkan tempat makan seafood dalam setiap acaranya. Syiar Pariwisata kuliner tetap disebarkan kepada masyarakat luar Batam seperti terlihat dalam materi pameran investasi Perdagangan dan pariwisata Bali 2021 ini.(msl)

Keunggulan Wisata Seafood Batam Dipertajam

 Kuliner Seafood menjadi Ujung Tombak 

BATAM 27 Maret 2021

Dari Sejumlah Kategori Pariwisata, wisata kuliner tampaknya menjadi konsensus para stakeholder untuk promosi Batam. Hal ini dikarenakan letak strategis Batam yang memungkin kan kunjungan Wisman oleh warga asing melalui Singapura dan Malaysia menjadi suatu kekuatan dan potensi.

Hal terkait wisata kuliner dijadikan materi utama dalam setiap acara termasuk pameran ke luar Batam. Promosi pun kini lebih tajam kepada pelaku pariwisata kuliner. Demikian terlihat dari materi pemera


n rutin oleh Disbudpar Kota Batam menggandeng Badan Pariwisata yang beranggotakan berbagai asosiasi pariwisata, para pelaku usaha dan sebagainya. 

Island Holiday Tourism, Community Based Tourism, Sport Tourism dan lainnya tetap menjadi Agenda Rutin promosi dan pengembangan oleh pemerintah, namun kekuatan utama Batam tertumpu kepada kuliner terutama Seafood. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Batam Tourism and Promotion Board Edi Sutrisno di Denpasar 25 Maret 2021.

Fakta menunjukkan alasan utama orang berkunjung ke Batam dan Kepri yang merupakan the Three Greaters, setelah Bali, sudah sama diketahui bahwa rating tertinggi adalah kuliner.

Wisata Seafood sangat rasional, terutama karena Batam dan Kepri adalah daerah pulau yang seafood nya dipercaya fresh, selain sebagai sumber seafood yang dieksport ke sejumlah negara, variasi masakannya juga telah dikenal dan disukai secara meluas.

Untuk itu Tim Pameran Bentukan Disbudpar Kota Batam menerjemahkan fakta tersebut dengan mengusung tema Batam Seafood Paradise, menggandeng Badan















plat merah Batam Tourism and Promotion Board (BTPB).

BTPB pun kali ini mengikutsertakan Batam Chef Professional (BCP) yang menyajikan hidangan praktis pameran untuk dicicipi pengunjung di Mall Level 21 Jalan Teuku Umar Denpasar, 25 - 28 Maret 2021.

Chef Hendra Syamsul dari BCP mengatakan di Denpasar, bersama komunitas nya siap mendukung segala upaya untuk meningkatkan pariwisata terutama wisata kuliner.

Kegiatan melibatkan Asosiasi sepeti ini sudah lumrah di Batam, sering dilibatkan pada Chef dan dukungan menandakan upaya bersama meningkatkan Pariwisata Batam tidak mesti hanya oleh pemerintah.

Belum lagi dilibatkannya Encik dan Puan Batam. Pada saat seleksi calon Encik dan Puan Batam 2021, tengah berlangsung di Batam, yang sudah memasuki tahap 20 Finalis, oleh Disbudpar Kota Batam, Encik dan Puan Batam saat ini ikut mensukseskan Pameran Bali.  Untuk diketahui menjadi kandidat Encik dan Puan Batam mereka harus menguasai materi lokal terutama pariwisata dan budaya lokal Batam.

Kembali ke seafood, Badan Pariwisata selalu memperkenalkan tempat makan seafood dalam setiap acaranya. Syiar Pariwisata kuliner tetap disebarkan kepada masyarakat luar Batam seperti terlihat dalam materi pameran investasi Perdagangan dan pariwisata Bali 2021 ini.(msl)

Keunggulan Tempat Makan Seafood Dipertajam

Kuliner Seafood menjadi Ujung Tombak 

BATAM 27 Maret 2021

Dari Sejumlah Kategori Pariwisata, wisata kuliner tampaknya menjadi konsensus para stakeholder untuk promosi Batam. Hal ini dikarenakan letak strategis Batam yang memungkin kan kunjungan Wisman oleh warga asing melalui Singapura dan Malaysia menjadi suatu kekuatan dan potensi.

Hal terkait wisata kuliner dijadiakan materi utama dalam setiap acara termasuk pameran ke luar Batam. Promosi pun kini lebih tajam kepada pelaku pariwisata kuliner. Demikian terlihat dari materi pemaeran rutin oleh Disbudpar Kota Batam menggandeng Badan Pariwisata yang beranggotakan berbagai asosiasi pariwisata, para pelaku usaha dan sebagainya. 

Island Holiday Tourism, Community Based Tourism, Sport Tourism dan lainnya tetap menjadi Agenda Rutin promosi dan pengembangan oleh pemerintah, namun kekuatan utama Batam tertumpu kepada kuliner terutama Seafood. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Batam Tourism and Promotion Board Edi Sutrisno di Denpasar 25 Maret 2021.

Fakta menunjukkan alasan utama orang berkunjung ke Batam dan Kepri yang merupakan the Three Greaters, setelah Bali, sudah sama diketahui bahwa rating tertinggi adalah kuliner.

Wisata Seafood sangat rasional, terutama karena Batam dan Kepri adalah daerah pulau yang seafood nya dipercaya fresh, selain sebagai sumber seafood yang dieksport ke sejumlah negara, variasi masakannya juga telah dikenal dan disukai secara meluas.

Untuk itu Tim Pameran Bentukan Disbudpar Kota Batam menerjemahkan fakta tersebut dengan mengusung tema Batam Seafood Paradise, menggandeng Badan














plat merah Batam Tourism and Promotion Board (BTPB).

BTPB pun kali ini mengikutsertakan Batam Chef Professional (BCP) yang menyajikan hidangan praktis pameran untuk dicicipi pengunjung di Mall Level 21 Jalan Teuku Umar Denpasar, 25 - 28 Maret 2021.

Chef Hendra Syamsul dari BCP mengatakan di Denpasar, bersama komunitas nya siap mendukung segala upaya untuk meningkatkan pariwisata terutama wisata kuliner.

Kegiatan melibatkan Asosiasi sepeti ini sudah lumrah di Batam, sering dilibatkan pada Chef dan dukungan menandakan upaya bersama meningkatkan Pariwisata Batam tidak mesti hanya oleh pemerintah.

Belum lagi dilibatkannya Encik dan Puan Batam. Pada saat seleksi calon Encik dan Puan Batam 2021, tengah berlangsung di Batam, yang sudah memasuki tahap 20 Finalis, oleh Disbudpar Kota Batam, Encik dan Puan Batam saat ini ikut mensukseskan Pameran Bali.  Untuk diketahui menjadi kandidat Encik dan Puan Batam mereka harus menguasai materi lokal terutama pariwisata dan budaya lokal Batam.

Kembali ke seafood, Badan Pariwisata selalu memperkenalkan tempat makan seafood dalam setiap acaranya. Syiar Pariwisata kuliner tetap disebarkan kepada masyarakat luar Batam seperti terlihat dalam materi pameran investasi Perdagangan dan pariwisata Bali 2021 ini.(msl)