Sabtu, 10 Juli 2010

Thanks Komennya

Widodo dari Lampung Bertanya
axa.widodo@yahoo.com

Kapan kami bs dpt info ny ya Pak..?
di sekitar daerah kami juga ada orang Bogor yang menyuplai bibit & menampung hasil panen nya, sepertinya mereka jadi petani plasma,, tapi bukan di desa kami dan mulai berjalan sekitar 1,5 bulan..
Di daerah kami banyak masyrakat yg mempunyai kolam, krn air mudah untuk d dpt kan,,tp ikan ny asal-asalan dan msh menggunakan pola tradisional..
Jadi kami harap Bpk memberikan info secepatnya..
Terima kasih..

Jawaban ini juga kami posting ke blog kami http://ikanairtawarbatam.blogspot.com

Memang ada kendala. Belut, kebutuhannya sangat banyk. Namun ketersediaan belut sngt kurang. Karena orang Indonesia sangat sedikit yang gemar belut, karena katanya ikan lain msh bnyk. Pembeli selalu dari luar, tetapi untuk ekspor perlu kuanitas yg sgt bnyk. Msalnya rata-rata permintaan ke kami tiga ton per meinggu. Ini kalau kita cari di pasaran sngat mustahil ada. Maka ini yg elum ketemu.
Soal tradisional, meman belut harus emakai cara tradisional. Cara modern juga sebetulnya cara tradisional. Belut pemakan binatang, di Indonesia sedikit yang membudidayakan pakan alamiah. Kalau di cina mau beli belatung ratusan ton ada, mau beli cacing ada. Di kita terlalu mahal kerena untuk piara belatung, cacing, media yg dibutuhkan juga mahal. Jadi satu-satunya jalan, piara dulu, secara tradisional.
Kunci utama bidudaya belut adalah, gedobok pisang tua, tai kambing tua. Kasih 10 cm, lalu atas kolam ditutup paranet 25% biar sinar matahari tidak langsung kena ke lumpur.
Poin pokok dalam budidaya belut: (Tidak ada yang baku dalam budiday belut. Jadi baca ini lalu kembangkan sendiri, lain lubuk, lain ikannya)
1. Belut sifatnya makan malam hari saja, maka utk makan siang hari, media harus dingin, agar dia keluar utk makan
2. Belut hewan malas, jadi makanan harus dekat, ekornya ngait ke jerami, sambil mematok makanan. Artinya ketersebaran makanan harus mereata. Maka gedebok pisang, seratnya diperlukan utk memblok makanan agar hewan2 tidak lari jauh. Gedebok pisang harus dua meteran, jangan dicacah
3. Belut hidup di lumpur, bukan di air. Maka ketinggian air harus diperhatikan, supaya dia bisa bernapas sambil tidur. Jika tidak dia akan berenang kesana, kemari, habis tenaga. Kalau belut berenang sana kemari, artinya dia stress, medianya tidak cocok, PH air tetap 5.5 sampai 6, jika lebih tinggi, sama dengan belut hidup di sabun, jika lebih rendah sama dengan belut hidup di dalam minyak. Beli pH indicator di Apotik Kimia Farma ukur sendiri. Harganya sekitar 240ribu. Jika pH rendah kasih daun ketapang 10 lembar. hanyutkan saja. Jika pH tinggi kasih jamu2 bnyk dipakai dan dijual.
4. Belut harus dipicu untuk tambah panjang bdan. 3/4 panjang badan di atas lumpur. Tidur seperti huruf 'U' atau 'J', sambil ekornya ngait ke jerami setiap mematok makanan ia melatih diri (olahraga) utk badannya semakin elastis, sehingga panjang badannya cepat panjang. Maka utk ukuran 15 cm, ketinggian air hanya 5 cm dipertahankan, jika panjang badan 25 cm ke atas ketinggian air 10 cm saja dipertahnkn. Tidak boleh lebih dari itu.
5. Belut akan mati jika air/lumpur tercemar detergen atau oli. Jangan sampai ayam, itik masuk ke dalam kolam.
6. Jika ada bangkai belut harus dikeluarkan, tidak boleh dia makan bangkai sesamanya.
7. Sebelum masukkan bibit, bibit tidak boleh disentuh tangan, jika dia stress, atau bergerak, keluar hormon yg licin tu, terkuras tanaga, mati. Seleksi belut secara tradisional, bibit dimasukkan ke tampi beras taruh di tengah kolam. Biarkan selama seminggu. Bibit sehat keluar saat itu juga, jika tidak keluar biarkan sampai 1 minggu, kalau tidak keluar juga, belut itu sakit dan tidak ada harapan. buang saja.
8. Kolam ukuran 4 x 6 muat sekitar 2.500 ekor belut.
Soal dimana bibit yang bagus, dalam pengalaman kami, Bibit asal Jawa Timur dan Jambi cocok untuk Lampung-Bengkulu. Lain itu ada di Siantar, dan Jawa Barat, namun perbedaan iklim perlu dipertimbangkan. Kami bisa merekmendasikan dimana yang cocok membeli bibit. Namun minimum pembelian harus 100 ribu ekor


Widodo dari Lampung Bertanya
axa.widodo@yahoo.com

Kapan kami bs dpt info ny ya Pak..?
di sekitar daerah kami juga ada orang Bogor yang menyuplai bibit & menampung hasil panen nya, sepertinya mereka jadi petani plasma,, tapi bukan di desa kami dan mulai berjalan sekitar 1,5 bulan..
Di daerah kami banyak masyrakat yg mempunyai kolam, krn air mudah untuk d dpt kan,,tp ikan ny asal-asalan dan msh menggunakan pola tradisional..
Jadi kami harap Bpk memberikan info secepatnya..
Terima kasih..

Tidak ada komentar: